Perbedaan itu seperti enam karton persegi dalam suatu wadah. Meski dalam satu wadah tetap terpisah, tak bersatu satu sama lain, hilang salah satu, salah dua, salah tiga dan seterusnya, bahkan hilang semua, dan hanya menyisakan wadah yang kosong. Tetapi ketika keenam karton persegi itu dirangkai menjadi satu, dan membentuk jaring-jaring kubus, 1 persegi sudah bisa bersatu dengan 1 persegi yang lain, 2 persegi yang lain, atau 4 persegi yang lain. Tergantung dimana tempat persegi itu dalam jaring-jaring kubus. Dan setelah jaring-jaring kubus itu dirangkai menjadi sebuah kubus, maka terbentuk ruang yang seimbang. Dengan panjang yang sama, lebar yang sama, dan tinggi yang sama.
Begitu pula dengan perbedaan setiap orang. Perbedaan yang belum bisa bersatu, bisa memunculkan problem antara orang yang satu dengan yang lain. Akibatnya, bisa timbul perasaan benci dan prasangka buruk terhadap orang lain. Namun ketika perbedaan itu bisa disatukan, tentunya dengan mengerti satu sama lain, bukan membuat diri sendiri sama dengan orang lain maka perbedaan itu justru membuat hidup semakin terlengkapi. Ya, karena setiap orang punya cara yang berbeda pula. Lagi-lagi perbedaan.
Menyatukan perbedaan memang bukanlah hal yang mudah. Saat kita mengerti perbedaan orang lain, terkadang suatu kekecewaan yang kita dapatkan. Itulah salah satu tantangan hidup. Ya, Karena hidup tak selalu seperti ikatan kovalen dalam kimia. Pihak yang bersatu saling memberi dan menerima, dengan jumlah yang sama. Hidup tidak selalu seperti itu. Ketika kita memberi, tidak selalu penerimaan baik yang kita dapatkan atau balasan yang sebanding dengan apa yang kita berikan pada waktu itu juga. Dan akhirnya, di sini kita juga berbicara mengenai suatu keikhlasan. Namun tak perlu khawatir. Balasan itu tak selalu perbuatan, penghargaan, ataupun benda. Balasan juga bisa berupa sebuah pelajaran. Yang akan abadi, sebagai sebuh pengalaman.
Salah satu hal untuk menghadapi perbedaan adalah mengerti bahwa kita tercipta bukan untuk sendiri. Ada orang lain, yang disadari atau tidak kehidupan semua orang dipengaruhi atau berpengaruh oleh atau untuk orang lain. Intinya, tak seharusnya ada anggapan bahwa suatu tindakan bukan sekedar untuk urusan pribadi, namun orang lain pun akan dipengaruhi oleh tindakan tersebut. Sehingga kita lebih bijak dalam memilih tindakan, untuk menyeimbangkan sebuah perbedaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar